ANAK TUKANG JAGUNG NAIK PANGGUNG



Anak Tukang Jagung Naik Panggung. Kuliah adalah salah satu dari mimpi besar remaja ini. Karena dari status ekonomi dia termasuk menengah kebawah. Lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saja mungkin dirasa sebagian orang sudah cukup. Tapi tidak dengan dia. Desy Irana Dewi Lubis kelahiran tahun 1994, lulusan terbaik dari kampus Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Sukma Medan.

Anak pertama dari 3 bersaudara, ayahnya hanya seorang penjaga toko perabot rumah tangga di daerah Tembung, dan ibunya dahulu seorang pedagang jagung. Dengan penghasilan dari pekerjaan tersebut, hanya cukup untuk menghidupi keseharian hidup mereka. Bahkan ibunya pernah mengatakan kalau tidak sanggup untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Tapi Desy tidak patah arang dan mengatakan "tenang saja mak, nanti Desy yang biayai kuliah sendiri". Sehingga saat dia punya tekat untuk kuliah dia menyisihkan uang jajannya sewaktu SMK yang saat itu hanya diberikan Rp. 5000,- setiap harinya.

Dia punya mimpi untuk kuliah di negeri dan mendaftar jalur SBMPTN dan membayarnya dengan uang hasil tabungannya tersebut, namun nasib baik tidak mengizinkan dia untuk lulus di Perguruan Tinggi Negeri. Tapi gadis ini tidak patah arang, saat masih SMK, STIM Sukma pernah melakukan kunjungan dan menawarkan beasiswa, saat itu dia berpikir kuliah tidak harus di Perguruan Tinggi Negeri. 

Memberanikan diri untuk mengikuti tes beasiswa di Kampus STIM Sukma. Berhasil lulus beasiswa tersebut dan dia membayarkan uang pangkal kuliahnya yang dia rasa cukup besar saat itu yaitu Rp. 300.000,- dengan lembaran uang ribuan dan lima ratus rupiah hasil celengan yang dia bongkar.

Tak disangka STIM Sukma membuka kesempatannya untuk berkarir menjadi Front Liner yang kita tahu butuh orang yang memiliki tinggi badan yang sesuai, namun STIM Sukma dapat melihat potensi setiap anak. Bahkan anak ini selain menerima beasiswa yayasan yang diberikan STIM Sukma juga menerima beasiswa dari kopertis. Dan dia berhasil menjadi mahasiswa lulusan terbaik saat dia di wisuda. 

Dari kisah ini dapat di buktikan, kuliah bukan untuk orang kaya. Dan setiap orang berhak untuk memperoleh yang terbaik. www.stimsukmamedan.ac.id


Postingan Populer